Webkos.co.id,Jakarta – Konflik bersenjata antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel dilaporkan telah menimbulkan kerusakan besar terhadap warisan budaya Iran. Sedikitnya 120 museum, bangunan bersejarah, serta situs budaya di berbagai wilayah negara tersebut mengalami dampak serius sejak pecahnya perang.
Ketua komite warisan Dewan Kota Teheran, Ahmad Alavi, mengungkapkan bahwa banyak lokasi bersejarah menjadi target serangan langsung dan mengalami kerusakan struktural yang cukup parah.
Ia menyebut sejumlah situs penting yang terdampak, termasuk Istana Golestan yang telah diakui sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. Selain itu, Istana Marmer Teheran, rumah Teymourtash, dan Istana Saadabad juga termasuk dalam daftar bangunan yang mengalami kerusakan.
Kompleks Saadabad sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi wisata populer di Teheran, dengan area taman luas serta museum yang menyimpan sejarah panjang Iran. Selain fungsi budaya, kawasan ini juga berkaitan dengan aktivitas pemerintahan, termasuk kediaman pejabat penting dan fasilitas negara.
Situs Warisan Dunia Ikut Terdampak
Menurut data dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, setidaknya empat dari 29 situs warisan dunia di Iran mengalami kerusakan akibat konflik ini. Selain Istana Golestan, lokasi lain yang terdampak meliputi Istana Chehel Sotoun, Masjid Jame Isfahan, serta kawasan prasejarah Lembah Khorramabad.
Organisasi kebudayaan dunia tersebut menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi ini dan mendesak semua pihak yang terlibat konflik untuk menjaga serta melindungi situs-situs bersejarah yang memiliki nilai universal tinggi.
Direktur Pusat Warisan Dunia UNESCO, Lazare Eloundou Assomo, menegaskan bahwa dampak awal konflik terhadap warisan budaya sudah terlihat jelas dan berpotensi semakin meluas.
Kekhawatiran Meluas ke Kawasan Timur Tengah
Assomo juga menyoroti bahwa risiko kerusakan tidak hanya terjadi di Iran. Situs bersejarah di negara lain seperti Israel dan Lebanon turut berpotensi terdampak eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Ia menjelaskan bahwa Istana Golestan memiliki nilai historis yang sangat penting karena pernah menjadi pusat kekuasaan Persia pada masa Dinasti Qajar. Arsitekturnya mencerminkan perpaduan unik antara gaya Persia tradisional dan pengaruh Eropa.
Bahkan, kompleks tersebut kerap dibandingkan dengan Istana Versailles karena kemegahan dan nilai sejarahnya. Namun, laporan terbaru menunjukkan adanya kerusakan pada bagian bangunan, meski tingkat kerusakan pastinya masih dalam proses penilaian.
Kondisi Memprihatinkan dan Pemantauan Berlanjut
Sejumlah dokumentasi visual dari dalam bangunan menunjukkan kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Pecahan kaca terlihat berserakan, bagian langit-langit mengalami keruntuhan, dan ornamen kayu mengalami kerusakan.
Situasi ini memicu kekhawatiran bahwa konflik yang berlangsung dapat memperluas dampak kehancuran terhadap warisan budaya di kawasan tersebut.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, sebelumnya sempat menyampaikan peringatan terkait kemungkinan serangan lanjutan yang dapat melemahkan kemampuan Iran untuk pulih kembali.
Sebagai langkah mitigasi, UNESCO menyatakan telah membagikan koordinat situs-situs budaya penting kepada pihak-pihak yang terlibat konflik. Tujuannya adalah untuk meminimalkan risiko serangan terhadap lokasi bersejarah.
Organisasi tersebut juga terus memantau perkembangan situasi serta menekankan pentingnya perlindungan terhadap warisan budaya, yang dianggap sebagai bagian penting dari sejarah peradaban manusia di kawasan Timur Tengah.






