webkos.co.id, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Ia menegaskan bahwa pasokan BBM di Indonesia masih dalam kondisi aman karena kegiatan produksi serta distribusi terus berjalan secara normal. Meski demikian, Bahlil mengakui kapasitas penyimpanan BBM di dalam negeri masih terbatas.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul situasi di kawasan Timur Tengah yang memanas akibat konflik antara Iran dan Amerika Serikat bersama Israel. Ketegangan tersebut dikhawatirkan mengganggu jalur perdagangan minyak dunia, terutama di Selat Hormuz yang merupakan salah satu rute utama pengiriman minyak global.
Bahlil menjelaskan bahwa kapasitas tangki penyimpanan BBM di Indonesia saat ini mampu menampung cadangan hingga sekitar 25 hari. Namun stok yang tersedia saat ini berada pada kisaran setara 23 hari.
Ia menekankan bahwa angka tersebut bukan berarti persediaan BBM akan habis dalam waktu 23 hari. Menurutnya, angka itu hanya menggambarkan kapasitas penyimpanan maksimum yang bisa ditampung dalam tangki pada satu waktu.
Sistem pasokan BBM terus berputar
Untuk memudahkan pemahaman, Bahlil mengibaratkan sistem pasokan BBM seperti toren air di rumah yang akan otomatis terisi kembali setelah digunakan.
Ketika sebagian stok BBM didistribusikan untuk kebutuhan masyarakat, pada saat yang sama produksi dari kilang serta pasokan baru akan masuk kembali untuk mengisi cadangan yang berkurang.
Dengan sistem tersebut, stok BBM bersifat dinamis karena setiap hari terjadi proses keluar-masuk pasokan.
Selain berasal dari produksi kilang dalam negeri, pasokan BBM Indonesia juga didukung oleh impor dari berbagai negara. Pemerintah tidak hanya bergantung pada pasokan dari kawasan Timur Tengah.
Menurut Bahlil, sumber impor juga berasal dari negara lain termasuk kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia dan Singapura. Hal ini membuat ketersediaan BBM nasional tidak sepenuhnya bergantung pada jalur distribusi di Selat Hormuz.
Pemerintah siapkan peningkatan kapasitas cadangan
Sebagai langkah jangka panjang, pemerintah berencana memperkuat ketahanan energi nasional dengan meningkatkan kapasitas penyimpanan BBM.
Program tersebut merupakan arahan dari Prabowo Subianto agar Indonesia memiliki cadangan energi yang lebih besar.
Rencana yang disiapkan meliputi pembangunan infrastruktur tangki penyimpanan baru sehingga cadangan BBM nasional dapat ditingkatkan hingga mampu mencukupi kebutuhan selama sekitar tiga bulan, sesuai dengan standar ketahanan energi nasional.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap Indonesia dapat lebih siap menghadapi potensi gangguan pasokan energi global di masa depan.






