Webkos.co.id,Jakarta – Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan cukup signifikan pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026. Setelah sebelumnya cenderung stabil, kini harga emas tercatat melemah sebesar Rp30.000 per gram.
Berdasarkan data dari situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini berada di level Rp2.807.000 per gram, turun dari posisi sebelumnya Rp2.837.000 per gram.
Penurunan juga terjadi pada harga buyback (harga jual kembali ke Antam). Nilainya turun lebih dalam, yakni Rp36.000 menjadi Rp2.425.000 per gram. Harga buyback ini merupakan acuan jika masyarakat ingin menjual kembali emas mereka ke Antam.
Sebagai catatan, harga emas Antam sempat mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa pada 29 Januari 2026 dengan harga Rp3.168.000 per gram, sementara harga buyback saat itu mencapai Rp2.989.000 per gram.
Informasi harga ini berasal dari unit bisnis Logam Mulia Antam, yang dikenal sebagai sumber resmi dan terpercaya untuk data harga emas di Indonesia.
Daftar Harga Emas Antam per 30 Maret 2026
Berikut rincian harga emas Antam di berbagai ukuran:
- 0,5 gram: Rp1.453.500
- 1 gram: Rp2.807.000
- 2 gram: Rp5.564.000
- 3 gram: Rp8.328.000
- 5 gram: Rp13.850.000
- 10 gram: Rp27.620.000
- 25 gram: Rp68.885.000
- 50 gram: Rp137.605.000
- 100 gram: Rp275.060.000
- 250 gram: Rp687.340.000
- 500 gram: Rp1.374.400.000
- 1.000 gram: Rp2.747.600.000
Pergerakan Harga Emas Dunia Pekan Lalu
Di pasar global, harga emas menunjukkan kenaikan tajam pada Jumat, 27 Maret 2026. Kenaikan ini mencapai lebih dari 3% setelah sebelumnya sempat mengalami koreksi di awal pekan.
Harga emas spot tercatat naik 3,6% menjadi USD 4.536,29 per ounce. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman April juga naik dengan persentase yang sama ke USD 4.533,70 per ounce.
Kenaikan ini didorong oleh aksi beli investor yang memanfaatkan harga rendah, serta meningkatnya harapan akan meredanya konflik di kawasan Timur Tengah.
Salah satu analis pasar menyebut bahwa penurunan sebelumnya membuka peluang menarik bagi investor untuk kembali masuk ke pasar emas, terutama setelah harga sempat berada di bawah rata-rata pergerakan jangka panjang.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas
Beberapa sentimen global turut memengaruhi pergerakan harga emas, antara lain:
- Harga minyak yang tetap tinggi di atas USD110 per barel
- Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang belum mereda
- Kekhawatiran terhadap inflasi global akibat kenaikan harga energi
Kondisi ini membuat bank sentral AS (The Fed) cenderung mempertimbangkan kebijakan suku bunga yang lebih tinggi. Biasanya, kenaikan suku bunga dapat menekan harga emas karena meningkatkan daya tarik instrumen investasi lain yang memberikan imbal hasil.
Namun, ekspektasi pasar mulai berubah. Pelaku pasar kini memperkirakan adanya peluang penurunan suku bunga di tahun 2026, berbeda dari proyeksi sebelumnya sebelum konflik terjadi.
Prediksi Harga Emas ke Depan
Salah satu bank besar Eropa, Commerzbank, menaikkan proyeksi harga emas hingga USD 5.000 per ounce pada akhir tahun, dari sebelumnya USD 4.900.
Bank tersebut menilai bahwa penurunan harga emas belakangan ini tidak akan berlangsung lama. Jika konflik geopolitik mereda, tekanan terhadap kebijakan suku bunga juga bisa berkurang, yang berpotensi mendorong harga emas kembali naik.
Selain emas, logam mulia lainnya juga mengalami kenaikan:
- Perak naik 4,4% menjadi USD 71,01 per ounce
- Platinum naik 3% menjadi USD 1.882,05
- Paladium naik 3,7% menjadi USD 1.403,54






