Webkos.co.id,Jakarta – Pemerintah Iran resmi membuka akses Selat Hormuz bagi kapal-kapal Irak di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah. Kebijakan ini menjadi sorotan dunia karena selat tersebut merupakan jalur vital distribusi energi global.
Keputusan ini diumumkan oleh otoritas militer Iran yang menyatakan bahwa Irak mendapat pengecualian dari pembatasan pelayaran yang sebelumnya diberlakukan terhadap sejumlah negara, khususnya yang dianggap sebagai “musuh”.
Irak Dapat Perlakuan Khusus
Iran menyebut Irak sebagai negara “saudara”, sehingga kapal-kapal berbendera Irak diizinkan melintasi Selat Hormuz tanpa hambatan. Sementara itu, pembatasan tetap berlaku bagi negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat dan sekutunya.
Langkah ini menunjukkan adanya hubungan strategis yang semakin erat antara Teheran dan Baghdad di tengah konflik regional yang memanas.
Selain Irak, beberapa negara seperti China, India, dan Rusia juga sebelumnya telah mendapatkan akses terbatas untuk melintasi jalur tersebut, selama memenuhi syarat yang ditetapkan Iran.
Selat Hormuz: Jalur Vital Energi Dunia
Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia. Sekitar 20% pasokan minyak global melewati perairan ini setiap harinya.
Ketika Iran sempat membatasi akses pada akhir Februari 2026, dampaknya langsung terasa pada pasar energi global. Harga minyak melonjak dan distribusi energi terganggu.
Dengan dibukanya akses bagi Irak, ada potensi pemulihan ekspor minyak negara tersebut hingga jutaan barel per hari, setelah sebelumnya mengalami penurunan akibat konflik dan blokade.
Strategi Politik Iran di Balik Kebijakan
Pengamat menilai, kebijakan Iran membuka akses selektif ke Selat Hormuz bukan sekadar langkah ekonomi, tetapi juga strategi politik.
Iran menggunakan kontrol atas selat ini sebagai alat tekanan terhadap negara-negara yang dianggap berseberangan. Sementara itu, negara yang memiliki hubungan baik diberi kelonggaran untuk tetap menjaga arus perdagangan.
Kebijakan ini juga memperlihatkan bahwa Selat Hormuz kini tidak sepenuhnya tertutup, melainkan “dibuka dengan syarat” sesuai kepentingan geopolitik Iran.
Dampak ke Depan
Dibukanya akses bagi Irak diprediksi akan:
- Menstabilkan sebagian pasokan minyak global
- Mengurangi tekanan terhadap ekonomi Irak
- Memperkuat posisi Iran dalam negosiasi geopolitik
Namun, situasi di kawasan masih belum sepenuhnya aman, dan perubahan kebijakan dapat terjadi sewaktu-waktu tergantung perkembangan konflik.
Kesimpulan
Keputusan Iran membuka akses Selat Hormuz untuk Irak menjadi langkah penting di tengah ketegangan global. Selain berdampak pada sektor energi, kebijakan ini juga mencerminkan strategi geopolitik Iran dalam mengendalikan jalur perdagangan dunia.






