Weboks.co.id,Jakarta – Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, pemahaman pemilik kendaraan terkait perawatan masih belum merata. Banyak pengguna lebih fokus pada baterai dan proses pengisian daya, padahal komponen lain seperti ban juga memiliki peran besar dalam menjaga efisiensi energi, kestabilan, serta kenyamanan saat berkendara.
Kondisi ban yang kurang optimal dapat berdampak langsung pada performa mobil listrik. Karena itu, penting bagi pemilik kendaraan untuk mengenali gejala penurunan performa sejak awal agar bisa segera ditangani.
Pada umumnya, mobil listrik mampu menempuh jarak sekitar 300 hingga 350 kilometer dalam sekali pengisian penuh. Namun, jika jarak tempuh tiba-tiba menurun, hal tersebut bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ban yang tidak ideal.
Tekanan angin yang tidak sesuai atau tingkat keausan ban yang tinggi dapat membuat kerja baterai menjadi lebih berat. Akibatnya, konsumsi energi meningkat dan efisiensi kendaraan menurun. Untuk mencegah hal ini, pengemudi disarankan rutin memeriksa tekanan angin, memantau kondisi baterai, serta menerapkan gaya berkendara yang efisien.
Berbeda dengan mobil berbahan bakar konvensional, mobil listrik cenderung lebih senyap. Kondisi ini membuat suara dari ban lebih mudah terdengar. Jika muncul bunyi dengung yang tidak biasa, bisa jadi itu pertanda tekanan ban tidak sesuai atau permukaan ban mulai aus dan perlu diperiksa.
Selain itu, penurunan performa juga dapat dirasakan dari akselerasi yang kurang responsif atau pengereman yang tidak maksimal. Hal ini sering terjadi saat daya baterai rendah, karena sistem kendaraan akan membatasi output tenaga untuk menjaga kesehatan baterai. Namun demikian, kondisi ban juga berpengaruh terhadap traksi dan respons kendaraan. Ban yang tidak sesuai spesifikasi dapat mengurangi performa secara keseluruhan.
Mobil listrik memiliki karakteristik khusus seperti torsi instan dan bobot yang lebih besar, sehingga membutuhkan ban dengan desain dan konstruksi yang berbeda dibandingkan mobil biasa.
Ban Khusus untuk Mobil Listrik
Menjawab kebutuhan tersebut, PT Hankook Tire Sales Indonesia menghadirkan lini ban iON yang dirancang khusus untuk kendaraan listrik.
Salah satu produknya, Hankook iON GT, dibekali berbagai teknologi untuk menunjang efisiensi energi sekaligus kenyamanan berkendara. Ban ini menggunakan teknologi i-Super Mileage untuk meningkatkan daya tahan, serta Round Even Technology yang membantu distribusi tekanan lebih merata. Selain itu, terdapat Opti Tread yang berfungsi mengurangi keausan tidak merata.
Untuk meningkatkan kenyamanan, ban ini juga dilengkapi i-Sound Absorber Technology yang mampu meredam suara dari permukaan jalan. Sementara itu, teknologi i-Perfect Grip dengan material ramah lingkungan bersertifikasi ISCC PLUS membantu meningkatkan daya cengkeram, terutama di jalan basah.
Menariknya, produk ini telah memperoleh peringkat ‘AAA’ pada EU Tyre Label dalam kategori rolling resistance, wet grip, dan tingkat kebisingan. Ban ini juga digunakan sebagai ban bawaan (OEM) pada beberapa mobil listrik, termasuk BYD ATTO 3.
Selain memilih ban yang tepat, perawatan berkala juga sangat penting. Penggantian ban sebaiknya dilakukan saat alur tapak mulai menipis, sedangkan rotasi ban dianjurkan setiap 8.000 hingga 12.000 kilometer agar tingkat keausan tetap merata.
Sebagai layanan purna jual, Hankook turut menawarkan program “Road Hazard Warranty”, yaitu jaminan penggantian ban hingga 90 hari sejak pembelian apabila terjadi kerusakan yang tidak dapat diperbaiki selama pemakaian di jalan, dan berlaku sepanjang tahun 2026.
Dengan memahami pentingnya peran ban serta melakukan perawatan secara rutin, performa mobil listrik dapat tetap terjaga dan optimal untuk mendukung aktivitas sehari-hari.






