webkos.co.id, Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat mencatat peningkatan tajam dalam perekrutan personel militer aktif pada Tahun Anggaran 2025. Capaian ini menjadi salah satu yang terbaik dalam lebih dari satu dekade terakhir, setelah sebelumnya beberapa cabang militer mengalami kesulitan memenuhi target rekrutmen.
Berdasarkan laporan resmi dari United States Department of Defense yang dirilis pada Februari 2026, seluruh lima matra militer aktif berhasil memenuhi bahkan melampaui target perekrutan yang telah ditetapkan untuk tahun tersebut.
Seluruh cabang militer melampaui target
Data resmi menunjukkan kinerja perekrutan yang cukup tinggi di masing-masing cabang militer:
- United States Army menargetkan 61.000 rekrut dan berhasil merekrut 62.050 orang atau sekitar 101,7 persen dari target.
- United States Navy menetapkan target 40.600 personel baru dan berhasil memperoleh 44.096 rekrut atau 108,6 persen.
- United States Air Force menargetkan 30.100 orang dan mencapai 30.166 rekrut atau 100,2 persen.
- United States Space Force memiliki target 796 rekrut dan berhasil memperoleh 819 orang atau sekitar 102,9 persen.
- United States Marine Corps memenuhi target 26.600 personel baru dengan realisasi 100 persen.
Jika dirata-rata, seluruh cabang militer tersebut mencapai sekitar 103 persen dari target perekrutan tahunan.
Juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, menyebut tingkat keberhasilan perekrutan tersebut merupakan yang tertinggi dalam lebih dari 15 tahun terakhir. Ia menyatakan bahwa sejak November 2024, militer AS mencatat tingkat pencapaian misi perekrutan paling tinggi dalam periode tersebut.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertahanan untuk Urusan Personel dan Kesiapsiagaan, Anthony J. Tata, mengatakan bahwa keberhasilan ini menunjukkan strategi perekrutan yang semakin efektif.
Menurutnya, keberhasilan melampaui target di semua matra terjadi karena adanya fokus kepemimpinan dalam memperkuat kesiapan pasukan serta memastikan militer AS tetap menjadi kekuatan tempur yang dominan di dunia.
Bangkit setelah sempat kekurangan rekrut
Capaian tersebut muncul setelah beberapa tahun sebelumnya sejumlah cabang militer, terutama Angkatan Darat dan Angkatan Laut, mengalami defisit rekrutmen yang cukup besar.
Beberapa faktor menjadi penyebabnya, mulai dari dampak pandemi Covid-19, perubahan minat generasi muda terhadap karier militer, hingga persaingan ketat dengan perusahaan swasta dalam menarik tenaga kerja usia produktif.
Dalam beberapa tahun terakhir, militer AS bahkan sempat menurunkan target perekrutan dan menawarkan berbagai insentif tambahan guna menarik minat calon prajurit baru.
Namun pada 2025 situasinya mulai berubah. Laporan dari Business Insider menyebut bahwa peningkatan perekrutan ini juga berkaitan dengan perubahan kondisi pasar tenaga kerja di Amerika Serikat.
Pasar kerja melambat, militer jadi alternatif
Melambatnya pertumbuhan lapangan kerja di sektor sipil membuat sebagian pekerja muda mulai mempertimbangkan militer sebagai pilihan karier yang lebih stabil.
Selain menawarkan gaji tetap, militer juga memberikan berbagai fasilitas seperti pendidikan, tunjangan kesehatan, hingga jaminan karier yang lebih jelas. Faktor tersebut menjadi daya tarik bagi generasi muda yang menghadapi ketidakpastian dalam pasar kerja.
Kondisi ini dinilai turut mendorong meningkatnya minat masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk bergabung dengan angkatan bersenjata Amerika Serikat.






