Webkos.co.id,Jakarta – Perkembangan performa Matheus Cunha bersama Manchester United menunjukkan peningkatan signifikan di bawah arahan Michael Carrick. Bahkan, perannya di tim nasional kini turut dipoles oleh Carlo Ancelotti, yang memberi dampak positif bagi klubnya.
Awalnya, Cunha sempat terlihat belum memiliki posisi yang benar-benar pasti dalam skema Carrick. Namun, ia berhasil membuktikan kualitasnya hingga menjadi salah satu pemain yang sulit tergantikan.
Di sisi kiri lapangan, Cunha mampu menjalankan tugas dengan baik. Ia tidak hanya menjaga lebar permainan, tetapi juga cerdas masuk ke area tengah ketika situasi menuntut. Meski begitu, potensinya dinilai masih bisa dikembangkan lebih jauh—dan di sinilah peran Ancelotti menjadi penting.
Pelatih asal Italia tersebut dikenal dengan pendekatan sederhana dalam taktik, namun sangat efektif dalam menempatkan pemain di posisi terbaik agar bisa memberikan dampak maksimal.
Peran Baru di Timnas Brasil
Bersama Timnas Brasil, Ancelotti memanfaatkan kemampuan dribel para pemainnya dengan menerapkan formasi 4-4-2. Dalam laga melawan Timnas Prancis, Cunha dipasangkan dengan Vinicius Junior di lini depan.
Meski secara taktik tercatat sebagai duet striker, peran keduanya sebenarnya lebih fleksibel. Vinicius beroperasi dari sisi kiri, sementara Cunha bergerak di kanan. Keduanya ditugaskan membuka ruang, baik secara horizontal maupun vertikal, guna menciptakan celah di pertahanan lawan.
Adaptasi Gaya Bermain Cunha
Vinicius cenderung masuk ke area dalam di sisi kiri untuk memaksimalkan kaki dominannya. Sementara itu, Cunha menjalankan peran di sisi kanan dengan pendekatan yang sedikit berbeda.
Jika di klub ia masih bisa lebih leluasa bergerak ke dalam, di tim nasional perannya menuntut disiplin posisi yang lebih tinggi. Hal ini secara tidak langsung memaksanya untuk menyesuaikan gaya bermain, terutama dalam memaksimalkan pergerakan tanpa terlalu bergantung pada kaki terkuatnya.
Perubahan ini dinilai akan membawa dampak positif saat ia kembali bermain di level klub.
Dampak Positif untuk Skema Carrick
Di bawah Carrick, Cunha tetap difungsikan sebagai pemain sayap. Namun, banyak yang menilai posisi idealnya sebenarnya berada di area yang biasa ditempati Bruno Fernandes.
Meski demikian, Cunha menunjukkan fleksibilitas tinggi. Ia mampu beradaptasi menjadi winger klasik saat tim kehilangan bola—sebuah kualitas yang semakin terasah berkat perannya di tim nasional.
Dengan pengalaman tersebut, Cunha kini lebih disiplin dalam bertahan, aktif membantu serangan hingga ke garis akhir, serta cerdas mengisi ruang kosong. Ia juga tidak ragu masuk ke kotak penalti dan mencoba peluang dari luar area.
Perkembangan ini tentu menjadi kabar baik bagi Carrick. Cunha kini semakin mendekati profil pemain sayap ideal yang dibutuhkan dalam sistem permainan Manchester United.






