webkos.co.id, Jakarta – Pemerintah kota Barcelona, salah satu destinasi wisata paling populer di Spanyol, memutuskan untuk menaikkan pajak turis secara signifikan mulai April 2026. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya mengendalikan lonjakan jumlah wisatawan sekaligus membantu mengatasi masalah perumahan bagi warga setempat.
Dalam beberapa tahun terakhir, Barcelona menghadapi tekanan besar di sektor hunian. Harga rumah dan apartemen meningkat tajam, salah satunya karena banyak properti dialihkan menjadi akomodasi jangka pendek bagi wisatawan. Kondisi tersebut membuat banyak penduduk lokal kesulitan memperoleh tempat tinggal yang terjangkau.
Situasi ini bahkan mendorong pemerintah kota mengumumkan rencana untuk melarang penyewaan apartemen bagi wisatawan pada tahun 2028. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengatasi krisis perumahan sekaligus mengendalikan dampak overtourism yang semakin terasa.
Pajak akomodasi wisatawan meningkat
Sebagai langkah awal, pemerintah menerapkan kenaikan pajak bagi turis yang menginap di kota tersebut. Berdasarkan aturan baru, wisatawan yang menyewa apartemen atau akomodasi jangka pendek kini harus membayar pajak dua kali lipat dari sebelumnya.
Jika sebelumnya pajak turis untuk apartemen sekitar 6,25 euro atau sekitar Rp122 ribu per malam, kini naik menjadi 12,50 euro atau sekitar Rp245 ribu per malam.
Kenaikan juga berlaku untuk akomodasi hotel. Sebelumnya, pajak turis untuk hotel berkisar antara 5 hingga 7,50 euro per malam tergantung kelas hotel. Dengan kebijakan baru, tarif tersebut meningkat menjadi sekitar 10 hingga 15 euro per malam.
Besaran pajak tersebut dikenakan di luar tarif sewa kamar atau akomodasi yang dibayarkan wisatawan.
Sementara itu, wisatawan yang datang menggunakan kapal pesiar juga tetap dikenai pajak sebesar 6 euro atau sekitar Rp117 ribu per malam.
Respons terhadap lonjakan wisatawan
Lonjakan wisatawan menjadi salah satu alasan utama penerapan kebijakan ini. Pada 2025, jumlah pengunjung yang datang ke Barcelona tercatat mencapai sekitar 15,8 juta orang.
Angka tersebut menunjukkan besarnya daya tarik kota tersebut sebagai tujuan wisata internasional. Namun di sisi lain, jumlah wisatawan yang sangat besar juga menimbulkan berbagai tekanan bagi kota, mulai dari kepadatan, kerusakan lingkungan, hingga meningkatnya biaya hidup bagi warga lokal.
Dana pajak untuk pembangunan kota
Pendapatan dari kenaikan pajak turis ini diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 100 juta euro atau setara lebih dari Rp1,9 triliun.
Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk berbagai program pembangunan kota, termasuk peningkatan transportasi umum, penguatan sistem keamanan, serta berbagai program keberlanjutan lingkungan.
Selain itu, sebagian dana juga akan dialokasikan untuk memperbaiki infrastruktur yang sering mengalami kerusakan akibat tingginya aktivitas pariwisata di kota tersebut.
Melalui kebijakan ini, pemerintah Barcelona berharap dapat menyeimbangkan antara sektor pariwisata yang menjadi sumber ekonomi penting dan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di kota tersebut.






