MAGELANG – Pengelola destinasi wisata religi dan budaya Candi Borobudur menargetkan sebanyak 83.000 pengunjung selama periode libur Lebaran tahun ini. Target tersebut disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan domestik maupun mancanegara yang biasanya meningkat signifikan saat musim liburan panjang.
Antisipasi Lonjakan Wisatawan
Peningkatan jumlah pengunjung ke Candi Borobudur pada momen Lebaran menjadi tren tahunan. Oleh karena itu, pengelola bersama pihak terkait telah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari pengaturan alur kunjungan, penambahan petugas di lapangan, hingga koordinasi dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan, keamanan, serta kelancaran arus wisatawan selama periode libur.
Sistem Pengelolaan dan Pembatasan Kunjungan
Untuk menjaga kelestarian situs warisan budaya dunia tersebut, pengelola tetap menerapkan sistem pengaturan jumlah pengunjung. Selain itu, pengunjung diimbau untuk mematuhi aturan yang berlaku, termasuk ketentuan waktu kunjungan dan tata cara naik ke area struktur candi.
Kebijakan ini bertujuan menjaga keberlanjutan situs bersejarah sekaligus memberikan pengalaman wisata yang lebih tertib dan nyaman.
Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal
Target 83.000 pengunjung selama libur Lebaran juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Pelaku UMKM, pemandu wisata, transportasi lokal, hingga sektor perhotelan diperkirakan akan merasakan peningkatan aktivitas selama periode tersebut.
Lonjakan wisatawan biasanya turut mendorong perputaran ekonomi di kawasan sekitar Magelang dan sekitarnya.
Imbauan kepada Pengunjung
Pengelola mengimbau calon wisatawan untuk:
- Membeli tiket secara resmi dan menghindari calo.
- Datang lebih awal untuk menghindari antrean panjang.
- Menjaga kebersihan serta ketertiban selama berada di area wisata.
- Mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
Dengan persiapan yang matang, diharapkan target 83.000 pengunjung saat libur Lebaran dapat tercapai tanpa mengurangi kualitas pengalaman wisata.






