Webkos.co.id,Jakarta – Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan resmi dengan Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, di Blue House (Cheong Wa Dae), Seoul, pada Rabu (1/4/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda kenegaraan yang diawali dengan upacara penyambutan resmi.
Berdasarkan tayangan langsung dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, rombongan kendaraan yang membawa Prabowo tiba di kompleks Blue House sekitar pukul 08.45 WIB. Setibanya di lokasi, ia disambut langsung oleh Presiden Lee di depan pintu utama.
Kedua pemimpin negara tersebut kemudian berjabat tangan dan sempat berpelukan singkat sebelum menuju area lapangan untuk mengikuti prosesi upacara kenegaraan. Dalam upacara tersebut, lagu kebangsaan Indonesia dan Korea Selatan diperdengarkan sebagai bentuk penghormatan.
Setelah itu, masing-masing kepala negara memperkenalkan anggota delegasi yang turut hadir. Dalam kunjungan ini, Prabowo didampingi sejumlah pejabat penting, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Investasi Rosan Roeslani, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Usai rangkaian upacara, kedua pemimpin melanjutkan agenda dengan pertemuan terbatas atau small group meeting. Pertemuan ini kemudian diikuti dengan diskusi bilateral yang melibatkan delegasi dari masing-masing negara.
Selain pembahasan kerja sama, agenda kunjungan ini juga mencakup penandatanganan serta pertukaran sejumlah kesepakatan strategis antara Indonesia dan Korea Selatan.
Disambut Upacara Kehormatan Saat Tiba di Seoul
Sebelumnya, Presiden Prabowo tiba di Seoul pada Selasa (31/3/2026) dalam rangka kunjungan kenegaraan. Ia dijadwalkan bertemu Presiden Lee Jae-myung keesokan harinya di Blue House.
Pesawat kepresidenan yang membawa Prabowo mendarat di Pangkalan Udara Militer Seongnam sekitar pukul 19.15 waktu setempat. Setibanya di sana, ia langsung disambut melalui upacara kehormatan resmi.
Di bawah tangga pesawat, Prabowo menerima penghormatan dari pasukan jajar kehormatan yang berjumlah sekitar 20 personel. Penyambutan tersebut juga ditandai dengan 21 kali tembakan meriam salvo sebagai simbol penghormatan kenegaraan.
Setelah prosesi tersebut, Presiden Prabowo disambut oleh sejumlah pejabat Korea Selatan, termasuk Menteri Iklim, Energi, dan Lingkungan Kim Sungwhan, Duta Besar Designate Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soongu, serta Kepala Protokol Negara Kim Tae-jin.
Perkuat Hubungan Strategis Indonesia–Korea Selatan
Dari pihak Indonesia, turut hadir menyambut kedatangan Presiden Prabowo, yakni Duta Besar RI untuk Korea Selatan Cecep Herawan dan Atase Pertahanan RI di Seoul Kolonel Penerbang Muhammad Arif.
Selama berada di Seoul, Presiden Prabowo dijadwalkan menjalani sejumlah agenda penting dalam rangka kunjungan kenegaraan, termasuk pertemuan tingkat tinggi dan upacara resmi di Blue House.
Kunjungan ini diharapkan mampu mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan, sekaligus memperluas peluang kerja sama di berbagai sektor yang saling menguntungkan di masa depan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo bertolak ke Korea Selatan dari Tokyo, Jepang, setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan resmi. Di Jepang, ia melakukan state call dengan Kaisar Naruhito serta bertemu dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi.






