Webkos.co.id,Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunjukkan rasa bangga saat bertemu dengan Sugianto, seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Indramayu, Jawa Barat. Sugianto dikenal luas karena aksi heroiknya menyelamatkan tujuh warga lanjut usia saat kebakaran hutan melanda Yeongdeok, Korea Selatan, pada Maret 2025.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam acara jamuan makan siang kenegaraan yang digelar di Cheong Wa Dae atau Blue House, pada Rabu, 1 April 2026. Dalam kesempatan itu, Sugianto hadir sebagai tamu undangan kehormatan atas undangan Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, bersama para delegasi lainnya.
Nama Sugianto telah dikenal luas di Korea Selatan berkat keberaniannya. Ia bahkan mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Dalam acara tersebut, ia tampil rapi mengenakan jas formal dan duduk di antara para tamu penting, termasuk kedua kepala negara.
Prabowo menyapa Sugianto dengan hangat, menyalaminya, serta beberapa kali menepuk punggungnya sebagai bentuk apresiasi. Sebelum berpisah, Prabowo juga menyampaikan pesan agar Sugianto tetap menjaga sikap selama berada di Korea Selatan.
“Jaga diri baik-baik, mereka sangat menghargaimu,” ujar Prabowo dengan penuh kebanggaan.
Aksi Heroik Selamatkan Lansia
Peristiwa kebakaran yang terjadi saat itu mendorong Sugianto bertindak cepat. Ia membangunkan para lansia yang tengah tertidur ketika api mulai menjalar ke permukiman. Tidak hanya itu, ia juga menggendong mereka satu per satu untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
Tindakan berani tersebut membuat Sugianto dijuluki sebagai pahlawan oleh banyak pihak. Media di Korea Selatan pun ramai memberitakan kisahnya, hingga namanya menjadi sorotan nasional.
Atas jasanya, Sugianto menerima berbagai penghargaan bergengsi. Salah satunya adalah tanda kehormatan The Order of Civil Merit yang diberikan langsung oleh Presiden Lee Jae-myung. Selain itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perlindungan Pekerja Migran juga memberikan apresiasi, bahkan mengangkatnya sebagai Duta Pekerja Migran Indonesia.
Tak hanya itu, Sugianto juga memperoleh visa jenis F-2 dari pemerintah Korea Selatan. Visa tersebut memungkinkan dirinya untuk menetap di negara tersebut hingga lima tahun.
Selama bekerja di Korea Selatan, Sugianto diketahui berprofesi sebagai nelayan. Namun, dedikasi dan keberaniannya dalam situasi darurat menjadikannya simbol kepahlawanan yang menginspirasi banyak orang, baik di Indonesia maupun Korea Selatan.






