Webkos.co.id,Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan seorang turis asal Rusia ditindak dengan teknik bela diri di pinggir jalan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Rekaman tersebut pertama kali dibagikan oleh pemilik sasana bela diri, Belda Brig Sando, melalui akun Instagram pribadinya pada 30 Maret 2026.
Dalam video itu, terlihat Belda memiting seorang pria Rusia tanpa mengenakan atasan yang diduga berada dalam kondisi mabuk. Pria tersebut tampak kesulitan bernapas hingga wajahnya memerah dan sempat terlihat tak sadarkan diri. Suasana di lokasi juga terdengar ramai, dengan warga sekitar berteriak, termasuk meminta agar aksi tersebut dihentikan.
Peristiwa tersebut disebut terjadi di kawasan Uluwatu saat malam hari. Dalam video, Belda terdengar menegur turis tersebut agar menghormati masyarakat setempat. Ia juga menyebut bahwa pria tersebut bersikap tidak sopan, termasuk diduga menyentuh seorang perempuan.
Setelah beberapa saat, cekikan dilepaskan dan turis tersebut terjatuh di jalan dalam kondisi lemah. Dugaan sementara, insiden ini dipicu oleh tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh turis tersebut terhadap seorang perempuan.
Belda juga terdengar memperingatkan agar pria tersebut tidak mengulangi perbuatannya. Ia menegaskan bahwa Bali adalah tempat yang aman dan ramah, namun setiap orang wajib menghormati budaya serta masyarakat lokal.
Tak lama kemudian, pria Rusia itu mulai sadar dan mencoba berbicara meski dengan terbata-bata. Ia terdengar mengakui kesalahannya dan mengatakan bahwa dirinya mengerti.
Belda kemudian menegaskan bahwa tindakannya semata-mata sebagai bentuk peringatan. Ia juga menyinggung adanya sejumlah turis asing yang kerap membuat masalah, dan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.
Klarifikasi dari Pelatih Bela Diri yang Terlibat
Melalui unggahan lanjutan di media sosialnya, Belda memberikan penjelasan terkait insiden tersebut. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap sejumlah wisatawan asing yang dinilai tidak menghormati lingkungan tempat mereka berkunjung.
Menurutnya, pria tersebut dalam keadaan mabuk dan berperilaku mengganggu, seperti menyentuh orang lain, berjalan di tengah jalan, hingga bertindak kasar terhadap orang sekitar.
Belda menyebut awalnya tidak ada yang menegur hingga turis tersebut menyentuh salah satu rekannya. Dari situlah ia memutuskan untuk turun tangan, yang kemudian berujung pada perkelahian.
Meski demikian, Belda mengakui bahwa tindakannya mungkin berlebihan dan ia menyampaikan permintaan maaf. Ia menegaskan bahwa dirinya hanya bereaksi secara spontan karena emosi, bukan sebagai pihak yang memulai konflik.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga citra Bali sebagai destinasi yang damai dan penuh keramahan, namun tetap membutuhkan sikap saling menghormati dari semua pihak, termasuk wisatawan.
Deretan Kasus Turis Asing yang Picu Kontroversi di Bali
Kejadian ini menambah daftar panjang kasus yang melibatkan wisatawan asing di Bali. Sebelumnya, sempat beredar video perkelahian antar turis di depan sebuah minimarket di kawasan Kuta. Dalam kejadian tersebut, warga lokal terpaksa turun tangan untuk meredam situasi.
Selain itu, ada pula kasus turis asal Swiss yang melanggar aturan saat Hari Raya Nyepi. Ia nekat keluar dari penginapan dan berjalan menuju pantai saat suasana seharusnya hening total.
Aksi tersebut direkam dan diunggah sendiri melalui media sosialnya. Dalam video, ia mengaku berhasil keluar tanpa diketahui dan menyebut kondisi pantai sangat sepi dan gelap.
Tak hanya itu, ia juga sempat mengunggah konten yang dianggap merendahkan tradisi Nyepi. Unggahan tersebut langsung viral, terlebih setelah dibagikan oleh tokoh publik asal Bali.
Akibat perbuatannya, turis tersebut diamankan pihak berwenang, menjalani proses hukum, serta terancam sanksi deportasi.






